Stress?

Belakangan ini kita sering mendengar kan keluhan para pelajar yang stress karena mereka harus mengikuti remedial remedial di sekolah?  Mereka sering kali merasa gagal jika nilai yang mereka dapatan kurang memuaskan. Bahkan ada yang sangat kecewa karena merasa tidak dapat membahagiakan orang orang yang sudah mendukung mereka. Kadang kegagalan yang mereka rasakan dapat membuat semangatnya padam atau putus asa.

www.signs-of-depression.org-stress

Banyak orang tua yang menganggap stress di sekolah tidak seberat stress orang dewasa. Padahal, tekanan dari sekolah tidak kalah hebatnya dengan tekanan yang dialami orang dewasa lainnya. Apalagi kita harus mengejar nilai dari >10 pelajaran dalam waktu yang singkat. Hasil penelitian baru baru ini mengungkapkan bahwa anak berusia 10 tahun harus menghadapi kadar stress yang sama dengan orang orang yang berusia 25 tahun di tahun 1950. Dan menurut penelitian tersebut kebanyakan akibat stress itu karena masalah pelajaran atau tekanan tekanan yang membuat otak mereka bekerja sangat keras. Wah, umur 10 tahun aja stresnya udah kaya gitu, gimana kita anak SMA?

Kita bisa tau nih kalau seseorang sedang stress melalui bahasa tubuhnnya. Misalnya, munculnya jerawat, masalah pencernaan,  insomnia, sakit kepala, atau pun reaksi psikomotorik lainnya.

Stress itu bisa kita anggap seperti beban. Jadi kita harus menghadapi stress seperti mengangkat beban. Contohnya seperti atlet angkat beban. Dia terus berlatih mengangkat beban sesuai dengan kemampuannya. Jika beban itu diangkat sembarangan, akan menyebabkan hal yang fatal seperti patah tulang atau kerusakan saraf otot. Begitu juga dengan stress, kita ga bisa menghilangkannya secara instan. Tapi kita bisa mencoba untuk mengelola stress itu sendiri secara efektif, dengan cara :

1. Mengenali penyebabnya

Kita bisa cari tau stress yang kita rasakan itu berasal dari tekanan diri sendiri, orang tua, guru, atau sesama teman. Cari penyebab  stress yang menyebabkan beban paling tinggi.

2. Mempersiapkan diri

Nilai ulangan yang bagus memang jadi impian semua siswa. Tapi kalau harapan kita berbanding terbalik dengan kenyataan apakah kita harus putus asa? Tentu saja tidak.

Jika dari awal kita sudah mempersiapkan diri untuk mengalami kegagalan, pasti beban yang kita rasakan akan sedikit berkurang.

3. Selesaikan masalah

Jika kita di sekolah bermasalah dengan nilai nilai yang kurang bagus, kita harus menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya dengan mempersiapkannya sejak jauh jauh hari. Jadi jika waktunya sudah datang, persiapan pun sudah matang.

4. Meminta bantuan orang lain.

Jika beban yang kalian rasakan bertambah berat dan kalian kesulitan untuk menghadapinya seorang diri, kalian bisa meminta bantuan pada orang orang terdekat anda dengan menceritakan beban yang ada di pikiran kalian.

Nah itu dia sedikit pembahasan tentang stress yang sering kita alami di sekolah, semoga artikel ini berguna untuk kalian semua yaa.

(Anggi Anggraeni)

 

FacebookTwitterGoogle+Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *